Sunday, July 24, 2011

New Blog

Hi, I'm moving to my new blog www.adrianmonica.tumblr.com

I really like it..

Wednesday, June 9, 2010

Thessaloniki, the city that i love part 1

Terakhir ke Thessaloniki tahun 2005 yang lalu, tapi bekasnya tetep ada. What a beatiful city (and memory). Hmm, where can i start? Ok perjalanan ke Thessaloniki dari Indonesia aku tempuh dengan muter-muter dulu alias ngalang, dengan pesawaf Lufthansa CGK-FRA, lanjut FRA-ATH masih dengan Lufthansa, sambung lagi dengan Olympics Airlines ke SKG (Thessaloniki) yang memakan waktu hanya 30 menit. Fyi, terakhir naik Olympics ini cukup horor buatku. Waktu itu kita semua uda boarding, tapi mungkin ada kerusakan mesin yang bikin kita ga juga take off. Sambil nunggu perbaikan pramugarinya serve drink. Setelah semua dianggap ok, akhirnya take off juga, tapi kayaknya take off nya tidak mulus, mesin nya bunyi keras, guncangannya ga habis-habis dan kenceng banget, haduuh uda mau copot rasanya ni jantung.

Anyway, sampe di Thessaloniki langsung ambil bagasi (passport check uda di Frankfurt), trus naik taxi, waktu itu aku stay di ABC Hotel (Agellaki 41) - Hotel bintang 3.

Thessaloniki (kadang disebut juga Salonika atau Saloniki) punya pantai yang bagus, memang ga istimewa, Thessaloniki juga punya hotel-hotel terbaik dan best restaurant di Yunani bagian utara. Home to the Thessaloniki Film Festival and The International Trade Fair (which is i'm the participant to this yearly event).

Sampe hotel, seperti biasa langsung mandi, badan uda lengket semua setelah menempuh hampir 24 jam perjalanan (karena ngalang). Sebenernya ada juga direct flight nya tapi pake SQ langsung ke Athens, ga pake jauh-jauh ke Frankfurt dulu, tapi jelas lebih mahal daripada LH.
Anyway, habis mandi, langsung deh jalan cari makan, pilihannya kebanyakan kebab dan sandwich. Pilihanku akhirnya jatuh ke Bacon Sandwich.

The next morning, i had a nice breakfast. Well, it was actually a really really nice breakfast (untuk ukuran hotel bintang 3, cukup memuaskan lah menunya). Mulai dari Cappuccino, Espresso, Tea, full basket of many kind of breads, ga ketinggalan Croissant panasnya yang enakk, Fresh orang juice, starfruit juice, any kind of eggs (boiled, scrambled with potato and cheese, fried egg), bacon, sausage, fruit and vegetable (like salad), Yoghurt and Feta cheese (so good). Sarapan yang teramat memuaskan.

Hari-hari di Thessaloniki from 10am - 9pm diisi dengan kerja selama 9 hari full di Thessaloniki International Trade Fair (TITF). Trade fair ini isinya muacem-muacem, dari pameran otomotif, kuliner, textile, culture, sampe kerajinan-kerajinan dari berbagai negara.

Selama disana, sempet juga ke coffee house, Greek restaurant, juga night life nya. but, unfortunately, i forgot the name.

Tuesday, June 8, 2010

I'm back

Gosh, i miss writing so much. So i'm not quite sure about what am i going to talk about. But, i will write something. I will.

Thursday, June 14, 2007

Internationale Lederwaren Messe-Offenbach 2007

This I.L.M Offenbach will shows the season trends of Spring Summer 2008. It will be held on September 27 - 30, 2007. The exhibitor will shows fashionable handbags and leather accessories.
More than 220 exhibitors from inland and abroad present at this seasonal event for fashionable bags and leather accessories what the specialized trade does need: international lifestyle - and fashion brands, young culture – and sports labels, first-class products for travel, school, business, and a variety of top fashionable city bags, small leather goods, umbrellas as well as gloves, belts, and other fashion accessories.
Visit www.messe-offenbach.de for more information.

Leather Goods

Are you looking for a good quality of handmade leather goods?
Just visit www.kerajinan-indonesia.com
We produce hand made leather bags, suitcase, briefcase, and also leather furniture.
Our main market are the countries in Western Europe.
Our products also exported to Spain, Greece, and Japan.

Friday, May 11, 2007

Amsterdam Shopping

This is also the thing you must do in Amsterdam…Go Shopping…
Menurut informasi yang pernah aku denger Amsterdam punya 10,334 shops, 141 art galleries, dan 26 either flower, food and flea market.
Amsterdam memiliki beberapa area shopping yang harus kamu kunjungi, diantaranya Kalverstraat-Nieuwendijk yang merupakan Amsterdam’s busiest shopping street, ada juga Damstraat-Nieuwe Hoogstraat, jalan ini deket banget sama Red light district, pasti uda pernah denger dong tentang Red light district ini, btw ada cerita sedikit lucu, jadi waktu itu aku dan adikku laper banget habis muter-muterin damstraat dan Nieuwendijk, pengen makan peking duck di chinese restaurant yang banyak terdapat di Zeedijk. Aku memang uda pernah makan disana sebelumnya, tapi jalannya aku bingung, karena memang di daerah itu banyak jalan/gang kecil-kecil yang memang bikin bingung kalo nggak biasa, jadinya ya nyasar itu tadi, pengennya makan peking duck eeh malah nemu Red light district, adikku yang memang baru pertama kali ke Amsterdam kaget ngelihat sesuatu yang tentunya sulit ditemukan di Indonesia, entah cewek-cewek yang memasang diri di etalase dengan lingerienya yang menurutku norak banget plus make-up menornya, atau cowok yang mendandani dirinya seperti cewek masih dengan lingerie pula, kalo nggak biasa melihat hal seperti itu pasti bakal kaget banget, apalagi kami ini tergolong cewek-cewek rumahan kalo di Indonesia. Untungnya setelah muter-muter dengan perut keroncongan akhirnya nemu juga Chinese restaurant. Balik lagi ke shopping area, di damstraat ini ada beberapa department sore besar seperti Peek&Cloopenburg dan De Bijenkorf.
De Bijenkorf ini adalah Amsterdam’s biggest store, terdiri dari lima lantai, kamu bisa temuin hampir semua yang kamu mau dari cosmetics, perfume, designer shoes, bags, clothes sampai ke household goods, but it’s a little bit expensive here, soalnya hampir semua barang-barang disini adalah branded semua. Pengen yang lebih murah, kamu bisa ke Peek&Cloopenburg, H&M, atau Hema. Kalo untuk t-shirt-t-shirt lucu, H&M is my favourite. Di pojokkan Nieuwendijk juga ada Magna Plaza , tapi Magna Plaza ini kurang menarik menurutku. Masih menarik butik-butik yang ada di damstraat dan Nieuwendijk, disini ada butik-butik seperti Esprit, Miss Sixty, Bershka, and kinda things sampai ke The Body Shop, ada juga counter-counter T-Mobile, Vodafone, dan Orange di area ini. Kalo kamu pengen cari souvenir khas Belanda, cari aja di jalan-jalan ini, nggak susah nemunya, banyak banget toko souvenir disini. Untuk hari-hari biasa selain kamis, toko-toko di sini hanya buka sampai jam 6 sore, tapi kalo Kamis, kamu bisa puas jalan-jalan sampai jam 9 malam. Selain itu , area-area shopping seperti Jordaan (banyak art galleries, antiques shop, juga butik-butik designer muda), Harleemer (butik dan cafĂ©), P.C Hoofstraat Spiegelkwartier, Nine Alleys, juga Utrechtsestraat harus kamu datangi. Tapi tentunya untuk menjelajah tempat-tempat ini nggak cukup satu hari kan.
Kalo kamu suka barang-barang antik dan seni, kamu bisa datang ke Veilighuis de Nieuwe Zon, Eduard Kramer, De Looier Antiekcentrum, Serieuze Zaken, Fons Welters , atau W139. Suka banget minum bir? Kamu harus datang ke De Bierkoning , di tempat ini ada sekitar 850 jenis bir yang bisa kamu cicipi. Untuk books lover, kamu harus lihat American Book Center , Book Exchange dimana kamu bisa temuin buku-buku second-hand, dan Koekboekhandel, kalo ini sih untuk yang hobi masak ya. Chocolate lover must go to Puccini Bomboni, you can find excellent chocolate here. Sebenernya kalo untuk coklatnya sendiri, kamu bisa temuin banyak macam di supermarket seperti di Albert Heijn misalnya, tapi kalo pengen lihat yang agak lain sih ya di Puccini Bamboni ini. Tau sepatu kayu khas Belanda kan, kalo di Amsterdam, kamu bisa temuin di Wooden Shoe Factory di St. Antonies Breestraat. Pengen jalan-jalan ke pasar di Amsterdam? Kamu bisa ke Albert Cuypmarkt with its great bargain on food, fabrics, t-shirt. Di daerah ini juga ada Middle-Eastern dan Indonesian food lho. Kalo kamu suka banget sama bunga, kamu bisa ke Bloemenmarkt, di Waterlooplein, kamu bisa temuin barang-barang vintage untuk leather jacket, atau denim. You must also check out Noordermarkt, Kunstmarkt, dan Seconhandbook market. Aku ada sedikit info tentang tax-free shopping, untuk penduduk non-EU, kita bisa belanja menghemat 15% kalo kita belanja mencapai 136 Euro, caranya, minta export certificate, dan mintalah stempel pada saat kamu meninggalkan Eropa. So, shops with “Tax-free for tourist” signs, kamu bakal dapet kembalian untuk pajak di Schiphol. Lebih lengkapnya, kamu bisa cek di www.easytaxfree.com. So. Happy Shopping

Thursday, May 10, 2007

Amsterdam Sights

Amsterdam, a picture of 17th century blend with cosmopolitan city, is a city you must see. Downtown meets highly cultural, museum meets erotica places, many bars, clubs and pubs, places to shop and you’ll always find such a great energy from its arts and entertainments. With more canals than Venice, you’ll feel a village atmosphere here in Amsterdam.

Here are the list of the Amsterdam Sights you must see:

  1. Amstelkring Museum
  2. Anne Frankhuis
  3. Artis Zoo
  4. Begijnhof
  5. Bloemenmarkt
  6. The Canal Ring
  7. Historisch Museum
  8. Hortus Botanicus
  9. Joods Historisch Museum
  10. Jordaan
  11. Koninklijk Paleis
  12. Nederlands Scheepvaart Museum
  13. Nieuwe Kerk
  14. New Metropolis (Nemo)
  15. Rembrandthuis
  16. Rijkmuseum
  17. Stedelijk Museum
  18. Tropenmuseum&Kindermuseum
  19. Van Gogh Museum
  20. Vondelpark&Nederlands Filmmuseum (NFM)
  21. Westerkerk Tower
  22. Willet-Holthuysen Museum

Let's make poverty history

Hi,
I received an email from one.org few days ago.
They told me that So far this week more than 74,329 Americans have joined the fight against extreme poverty making them the fastest growing movement in America. So Let's keep it that way.
To truly eradicate extreme poverty once and for all we need a strong and sizable block of Americans working to make poverty a priority.
So, we have to at least forward this email to our friends, and ask them to sign up and join www.ONE.org so we can help end poverty.
So please, you can help raise this number by forwarding this to a friend and sending them to ONE.org where they can sign the ONE Declaration and start using their voice to end poverty.

Tuesday, April 24, 2007

TRADE FAIR AS AN IMPORTANT TOOLS IN THE MARKETING MIX

Aku pengen berbagi pengalaman dan sedikit pengetahuan yang aku punya untuk teman-teman sesama pebisnis yang sedang mulai merintis bisnisnya…
Bisnis yang aku jalani sekarang ini adalah export barang-barang jadi dari kulit, jadi harus selalu berhubungan dengan yang namanya promosi ke buyer-buyer abroad. Dan salah satunya adalah dengan cara ikut International Trade Fair,
Believe me, trade fair will always work for your business in many ways.
Karena bagaimanapun juga, pada saat trade fair berlangsung, sangat besar kesempatan yang akan kamu peroleh untuk bertemu dengan buyer atau retailer yang potensial untuk membeli dan memasarkan produk yang kamu punya. Bahkan, kalau kamu seorang retailer, kamu bisa juga menemukan supplier produk yang mungkin sedang kamu cari.
Dari trade fair seorang pengusaha akan semakin mengetahui tentang kompetisi yang sedang berlangsung saat itu. Well, maybe it’s not always as easy as that to involve with such a strong competitive, but you’ll learn a lot from trade fair.
Walaupun kamu tidak melakukan penjualan langsung on the spot, but at least people know that you’re exist. Kamu juga bisa menggunakan trade fair untuk melihat-lihat produk yang serupa dengan produk yang kamu punya, kemudian menjalin kontak dengan supplier lain yang pada akhirnya bakal membawa-mu ke pengetahuan terkini mengenai industri yang sedang kamu geluti.
Such a well prepared and target oriented participation at trade fairs is one of the most inexpensive marketing tools.
There are three obstacles to bring you a successful trade fair:
Preparation for the trade fair
Participation
Follow Up
PREPARATION FOR THE TRADE FAIR
Kamu harus mulai dengan memilih trade fair yang paling tepat dengan kebutuhan dan bisnis kamu. Karena trade fair termasuk investasi yang nggak sedikit, bahkan kalau kamu dapet sponsor. Jadi, jangan sampai salah pilih. Seperti yang aku baca dari entrepreneur.com, kamu harus melakukan hal-hal ini untuk memilih trade fair yang paling tepat buat kamu.
· Coba tanya ke buyer yang sudah kamu punya, biasanya mereka ikut trade fair yang mana, dan di negara mana?
· Pertimbangan biaya sangat penting, biasanya biaya trade fair dihitung per meter persegi, hampir sama dengan trade fair di Indoesia. International trade fair di Eropa, biaya-nya sendiri minimal 100 Euro/meter persegi dengan luas minimal tertentu, tergantung kapasitas trade fair itu sendiri. Belum lagi biaya-biaya yang harus kamu keluarkan lainnya mulai dari biaya produksi barang yang bakal kamu bawa, shipping cost, biaya untuk pajak (setiap negara punya aturan-aturan yang berbeda-tapi untuk EU, kamu bisa bayar pajak-nya sekali aja, misal barang kamu masuk lewat Jerman, kamu hanya perlu bayar pajak di Jerman aja, begitu barang tersebut kamu bawa ke Belanda, kamu tidak perlu bayar pajak lagi), biaya untuk materi trade fair (catalog, CD interaktif, stand banner, etc), biaya-biaya tersebut perlu kamu pertimbangkan untuk perhitungan tingkat pengembaliannya juga, belum lagi biaya akomodasi dan uang saku yang kamu perlukan, karena bisanya, setiap selesai trade fair, aku dan teman-teman pameran lanjut untuk traveling. Rugi kalau nggak, uda sampai di EU, kenapa nggak sekalian liat negara-negara lain yang bisa dicapai dengan kereta api. (baca info traveling dari aku juga ya..). So, trade fair cost is very important.
· Kamu harus juga mempertimbangkan jenis trade fair-nya, apakah itu retail trade fair atau wholesale trade fair. Bedanya, retail trade fair kamu bisa melakukan penjualan langsung on the spot, jadi kamu dapat juga tambahan uang saku, tapi sayangnya di retail trade fair, jarang banget ada buyer potensialnya, pengunjungnya biasanya ya keluarga atau individu yang lagi jalan-jalan. Dan kamu harus bawa barang yang banyak. Tapi ini tergantung juga, dulu aku pernah ikut trade fair di Thessaloniki-Yunani, tempat trade fairnya luas banget, ada beberapa hall, mungkin kurang lebih 20 hall indoor, ada tempat outdoornya juga. Dan jenis produk yang dipamerkan juga macam-macam mulai dari produk kerajinan sampai ke automotive products, peserta trade fairnya dari berbagai negara. Dan disitu ada bagian retail dan wholesalenya. Kamu bisa minta informasi tentang berbagai International trade fair ini dari BPEN (Badan Pengembangan Ekspor Nasional) atau kamu bisa browsing sendiri juga misalnya di biztradeshows.com. Sedangkan, wholesale, kamu nggak perlu bawa banyak barang, cukup sample produk andalan kamu aja. Dan biasanya, disini banyak buyer potensial. Kamu nggak bisa melakukan penjualan langsung di booth, kecuali ada kesepakatan khusus antara kamu dan buyer atau calon buyermu.
· Perhatikan juga, perusahaan-perusahaan yang pernah menjadi peserta trade fair yang ingin kamu ikuti, informasi ini bisa kamu peroleh di penyelenggara trade fair, pasti merek punya data-data peserta trade fair di tahun-tahun sebelumnya. Misalanya, untuk informasi trade fair di Jerman bisa kamu peroleh di messe-frankfurt.com, messe-berlin.com, messe-offenbach.com, etc.
· Produk-produk yang akan kamu tampilkan di trade fair, perlu juga dipikirkan. Semua orang yang dating ke trade fair pasti ingin melihat produk-produk terbaru.
· Perencanaan display booth juga termasuk dalam hal penting, semakin bagus booth kamu, orang akan semakin tertarik untuk masuk dan melihat booth kamu. Juga, perusahaan kamu akan terlihat professional, dan punya kredibilitas yang bagus.
· Untuk pemilihan lokasi booth, tentu near the main entry are the highest desired booth, tapi pasti mahal dan susah dapetnya. Untuk membantu, kamu bisa pilih booth yag berada di kanan, karena biasanya visitor berjalan dan melihat ke arah kanan pada saat masuk, lokasi booth di pojok juga bagus karena bisa menangkap visitors dari berbagai arah, jangan sampai booth kamu kebanting sama booth sebelah, misalnya, kalau booth sebelahmu itu perusahaan besar biasanya boothnya juga luas banget jadi cari lokasi dimana ukuran booth-nya hampir sama kecuali kalau memang booth kamu juga luas. Kamu tidak bisa melakukan pemilihan booth ini kalau perusahaan kamu ikut dalam booth gabungan misalnya, booth Indonesia. Karena, biasanya sudah dipilihkan oleh pihak sponsor.
· Bikin target yang ingin kamu capai pada trade fair tersebut, karena trade fair juga termasuk proyek besar dari perusahaanmu. Misalnya, target contact dan target penjualan yang harus kamu dapatkan di trade fair itu. Dengan target, pasti kamu bakal lebih mudah juga ngejalanin proyek ini.
· Komunikasikan keikutsertaanmu di trade fair tersebut ke buyer atau business partner yang sudah kamu punya, dan kirimkan trade fair invitation ke mereka.
PARTICIPATION
This is my favourite part, well actually, it’s a kind of bittersweet thing-Decorating the booth. Kalau kamu melakukannya sendiri (mungkin di Indonesia, kamu punya banyak staff yang siap ngebantu kamu, tapi pada saat kamu pameran di luar negeri dan nggak ada teman atau staff yang ikut otomatis kamu harus mengerjakan semua sendiri), pastikan kamu pakai baju dan sepatu yang super nyaman, karena mungkin kamu bakal menghabiskan waktu seharian untuk ngebongkar dan angkat-angkat barang, pasang ini, dan pasang itu, siapin mineral water dan snack, karena kadang males untuk keluar kalau display-nya belum selesai. Tinggalkan booth setelah kamu yakin nggak ada sampah yang tertinggal, dan semua sudah rapi. Sedikit tips untuk decorating the booth, bikin displaynya yang terbuka ya (open stand), jadi bisa invite visitors to step inside, eye-catching attention-getters (posters, X-banner, etc).
Pada saat trade fair, pastikan semua materi promosi (brosur, catalog, flyer yang sudah tercantum nomor booth perusahaanmu) sudah siap. Bagikan di pintu masuk tapi kamu harus memastikan bahwa hal itu diizinkan ya (atau kamu bisa menitipkannya di bagian ticketing).
Kebanyakan orang yang datang ke booth, biasanya cuma lihat-lihat sebentar trus ngambil brosur atau catalog, trus pindah ke booth sebelah. Iya kan? Makanya jangan meletakkan brosur, dll itu di bagian depan booth, letakkan di bagian yang agak dalam, jadi dia sempat masuk, trus kita harus bisa ngajak ngobrol, basa-basi dulu, tapi biasanya orang Jerman nggak mau basa-basi juga. Ya pinter-pinternya kita aja mungkin, pokonya ajak ngobrol. Tapi tentunya, kamu harus bisa melihat juga, mana yang potensial, mana yang nggak, naa ini susah juga, penampilan bener-bener bisa menipu soalnya.
Usahakan untuk jalan-jalan keliling, karena dari situ kamu bisa dapat pengetahuan yang banyak tentang industri yang sedang kamu jalani, kamu juga akan tahu apa yang sedang dikerjakan oleh competitor, mungkin bisa dibilang bahwa trade fair merupakan event yang paling tepat untuk mengintai competitor.
Apabila kamu sudah punya buyer di negara dimana kamu ikut trade fair, usahakan bikin janji, disitu kamu bisa tunjukkan produk-produk baru yang kamu punya, siapa tahu di tertarik dan membuat kontrak baru yang lebih besar misalnya.
Do daily check, catat berapa kontak yang sudah kamu dapat hari itu, jangan lupa untuk bikin prioritas misal buyer A-sangat penting, buyer B-penting, buyer C-biasa aja. Periksa juga apakah hari itu sudah ada pencapaian target yang sudah kamu susun sebelumnya,, jadi kamu tahu apa yang harus kamu lakukan esok harinya.
FOLLOW UP
· Pada saat partisipasi, kamu kan sudah membuat catatan tentang kontak-kontak dan lobi yang sudah kamu lakukan dan membuat prioritas dari semuanya. Makanya, setelah kamu pulang ke Indonesia, kamu bikin rencana-rencana follow up untuk mereka dan siapin semua yang mereka minta. Biasanya ada yang minta product samples, colour cut, material samples, dll. Do it fast and as soon as possible after the trade fair, jadi mereka juga nggak menunggu lama untuk mendapat follow up dari kamu. Kalo setelah trade fair, kamu nggak langsung pulang ke Indonesia, kirim instruksi ke staff kamu yang ada di kantormu untuk melakukan dan menyiapkan semuanya.
· Bikin evaluasi trade fair, apakah kamu bisa mencapai targetmu? Apakah trade fair itu memang tepat untuk kamu? Evaluasi itu bisa membantu kamu untuk membuat keputusan ke depan mengenai bentuk promosi yang harus kamu lakukan.
DO’S AND DON’T
· Apabila kamu cewek, jangan pernah pakai high heels shoes, bener-bener bikin menderita, kamu nggak akan bisa bertahan sampai malam kalau kamu maksa pakai high heels, kecuali kamu punya kemampuan spesial untuk itu (but no sneaker, kecuali trade fairnya nggak resmi banget ya).
· Just be clean and smartly dress (no loose ties, no utra-short miniskirt)
· Be fit, alert, smile and friendly.
· Fresh breath is vital
· Kalo memungkinkan, bawa partner, jadi kamu bisa jalan-jalan dan melihat siuasi pasar. Jangan pernah tinggalkan booth dalam keadaan kosong.
· Jangan makan di dalam booth, selain bikin bau makanan, pemandangannya juga jadi nggak bagus lagi plus no smoking.
· Jangan baca koran pada saat trade fair berlangsung.
· Never let an interested visitor wait longer than 5 seconds in front of the booth. Langsung aja undang dan ajak untuk masuk ke booth.
· Don’t talk the deal to death
· Make clear arrangements at the end of the discussion (transaction, follow-up, etc)
Reference:
· Entrepreneur.com
· Adrian Bretscher (SIPPO Project Manager)